Loh, Orang Pintar Justru Sulit Bahagia? Jadi Bingung. Ini Dia Fakta Logis Nya!

Posted on

Bahagia itu sederhana. Tandanya kalau mau senang tidak perlu mahal apalagi muluk. Iya gak? Semakin kamu meninggikan standar kebahagiaanmu, maka semakin sulitlah kamu untuk merasa bahagia. Nah, kebanyakan orang pintar juga mengalaminya, mereka terlalu tinggi menentukan standar sehingga berakhir kecewa.

Ada 7 alasan logis kenapa orang yang pintar justru sulit bahagia. Sebaliknya mereka cenderung merasa kesepian, tersesat dan sedih.

1. Dia cenderung berusaha untuk memenuhi harapan orang lain

Karena dia pintar dan orang lain juga mengenalnya sebagai orang yang pintar, maka dia pasti akan berusaha mempertahankan citranya tersebut. Dia melakukan banyak hal untuk membuat dirinya tetap pintar. Dia belajar lebih giat bahkan menghabiskan waktunya untuk mencari tahu, makanya dia sampai bahkan sulit untuk merasa senang dan rileks.

2. Dia cenderung lebih serius dan kaku

Orang pintar biasanya suka mengobservasi, suka belajar dan berpikir. Waktu yang orang lain gunakan untuk santai kadang tidak bisa berlaku bagi orang ini. Dia terlalu serius dan kaku, sehingga jangankan bahagia, tersenyum saja jarang.

3. Dia mengalami lebih banyak stres

Orang pintar cenderung memikirkan semua hal berkali-kali, termasuk pada hal yang negatif juga. Itulah yang menuntunnya pada stres yang tidak bisa dia atasi.

4. Dia cenderung menganalisa banyak hal

Orang pintar terkadang terlalu memikirkan segala sesuatu secara berlebihan, detail, bahkan suka mengoreksi. Hal inilah yang membuatnya jadi tidak bisa santai dan serba tegang. Kalau sudah seperti ini, pasti sulit baginya untuk merasa bahagia.

5. Dia terlalu menuntut dirinya sendiri dan orang lain

Karena dia pintar, makanya dia tanpa sadar suka menetapkan standar atas dirinya dan orang lain. Standar itulah yang membuatny stres sendiri dan akhirnya sulit menemukan kebahagiaan. Dia cenderung dituntut oleh batasan tinggi yang dia ciptakan sendiri.

6. Dia cenderung suka sendirian

Orang pintar biasanya tidak menyukai perkumpulan dengan banyak orang. Dia hanya nyaman dengan dirinya sendiri dan mencari tahu hal-hal yang membuatnya penasaran sendiri. Lingkup pertemanan yang dia miliki juga kecil, itulah yang membuatnya jarang bahagia karena dia kadang tidak bisa melihat hal-hal sepele yang ternyata bisa membawa kebahagiaan.

7. Dia cenderung punya masalah kesehatan

Semakin pintar seseorang, semakin dia tidak ingin menyia-nyiakan waktunya. Termasuk untuk tidur. Orang yang jarang tidur jelas akan rentan terhadap berbagai macam penyakit yang membuatnya lemas dan tidak bertenaga. Nah, karena faktor inilah orang pintar dinilai lebih sulit bahagia.

Bahagia adalah tentang pilihan. Bukan berarti kamu harus tidak pintar untuk bisa bahagia, tidak. Tapi yang jelas kamu tahu bahwa kamu bisa selalu bahagia asal memilihnya. Ada banyak alasan memang untuk sedih dan mengeluh, tapi jangan lupa kalau semua hal di luar tubuhmu tidak bisa memengaruhi pilihan hatimu untuk tetap senang. Setuju?

 

Sumber: life.idntimes.com


Gravatar Image
He was a personal blogger who has an interest on writing about gadget and anything related to technology, internet, and computer. He started making his personal blog in 2008 and getting more serious on blogging since 2010 that is exactly when Laptopsoft.com was built. He has graduated from English major in education, who once taught in one of English courses and dedicated himself to be a professional blogger. Keep in touch with him by sending him email at: ekokristianto17[at]gmail.com or his Google+